Ia juga menekankan peningkatan kualitas, promosi, harga, dan kesinambungan produksi dalam pengembangan NTT Mart yang telah tersebar di 22 kabupaten/kota.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gubernur Melki menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT tengah mempersiapkan Tim Percepatan Ekonomi Kerakyatan.

Ia menargetkan optimalisasi pemanfaatan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang masuk ke NTT sebesar lebih dari Rp3,2 triliun untuk mendorong pengembangan ekonomi rakyat dan membuka lebih banyak lapangan kerja.

“Kita harus membuka sebanyak mungkin lapangan pekerjaan di NTT. Potensi pertanian, perkebunan, kelautan, dan perikanan masih sangat besar dan harus terus kita optimalkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut,  Gubernur Melki Laka Lena menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan dan kritik publik.

“Sebagai aktivis yang tumbuh di tengah pergerakan bangsa dan NTT, saya meyakini bahwa kekuasaan ini milik bersama. Pemerintahan ini adalah buku terbuka yang siap dikritik oleh siapa saja. Saya dan Pak Wagub membuka diri untuk dikritik,” pungkasnya.