Ia menegaskan bahwa pembangunan NTT dijalankan dengan semangat NTT Centris, yakni dengan menggandeng seluruh kabupaten/kota di NTT dalam membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang saling terkoneksi.
Pertumbuhan pariwisata di Labuan Bajo, misalnya, diharapkan turut menarik pertumbuhan di wilayah lain seperti Rote, Alor, Sumba, dan Flores secara umum.
Akademisi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Apolonaris Gai, menilai bahwa dalam satu tahun kepemimpinan Melki–Johni, fokus utama diarahkan pada pembangunan fondasi tata kelola pemerintahan, dengan kecenderungan kuat pada desain good governance.
Ia juga menyoroti relasi eksekutif dan legislatif yang relatif stabil dan sangat baik, sehingga mampu mendukung agenda pembangunan daerah. Menurutnya, periode satu tahun ini merupakan fase konsolidasi yang penting dalam memperkuat arah dan stabilitas pemerintahan.
Sementara itu, pengamat ekonomi James Adam menyoroti pentingnya penguatan implementasi program One Village One Product (OVOP) agar benar-benar menghasilkan produk unggulan yang bernilai tinggi dan berkelanjutan.
Ia juga menekankan peningkatan kualitas, promosi, harga, dan kesinambungan produksi dalam pengembangan NTT Mart yang telah tersebar di 22 kabupaten/kota.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gubernur Melki menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT tengah mempersiapkan Tim Percepatan Ekonomi Kerakyatan.
Ia menargetkan optimalisasi pemanfaatan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang masuk ke NTT sebesar lebih dari Rp3,2 triliun untuk mendorong pengembangan ekonomi rakyat dan membuka lebih banyak lapangan kerja.
“Kita harus membuka sebanyak mungkin lapangan pekerjaan di NTT. Potensi pertanian, perkebunan, kelautan, dan perikanan masih sangat besar dan harus terus kita optimalkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan dan kritik publik.
“Sebagai aktivis yang tumbuh di tengah pergerakan bangsa dan NTT, saya meyakini bahwa kekuasaan ini milik bersama. Pemerintahan ini adalah buku terbuka yang siap dikritik oleh siapa saja. Saya dan Pak Wagub membuka diri untuk dikritik,” pungkasnya.







Tinggalkan Balasan