“Sektor pertanian mengalami peningkatan yang sangat tinggi, terutama produksi gabah. Karena hampir 60 persen penduduk NTT bergerak di sektor ini dan kontribusinya terhadap PDRB mencapai hampir 30 persen, maka kenaikan ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani dan membantu menekan angka kemiskinan,” jelas Gubernur Melki.
Selain itu, program MBG dinilai membantu masyarakat rentan, khususnya anak-anak, dalam mengakses makanan bergizi, meskipun implementasinya masih perlu diperluas hingga ke desa-desa.
Gubernur Melki Laka Lena juga menyoroti pertumbuhan sektor pariwisata yang meningkat hampir 40 persen dari target tahunan. Sektor peternakan, kelautan dan perikanan—termasuk komoditas cakalang dan rumput laut—serta perkebunan kopi dan kakao turut menunjukkan tren positif.
“Di tengah situasi global dan nasional yang tidak mudah, kerja kolaboratif semua pihak serta semangat pantang menyerah masyarakat NTT membuahkan hasil yang positif. Capaian makro kita menunjukkan tren baik, meski kemiskinan ekstrem masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi,” ujarnya.



Tinggalkan Balasan