Keberadaan Haji Malik juga membawa dampak sosial bagi keluarga Usman Siddin. Rezeki mengalir dalam berbagai bentuk, memungkinkan mereka membantu masyarakat yang kesulitan, termasuk beberapa warga asing yang mengalami masalah keimigrasian hingga dibelikan tiket pulang.

Namun, upaya memperpanjang visa Haji Malik tidak berhasil karena jenis visa yang dimilikinya tidak dapat diperpanjang. Meski banyak warga, tokoh masyarakat, hingga pejabat daerah mengajukan diri sebagai penjamin—termasuk Gubernur NTT saat itu, Ben Mboi—Haji Malik tetap harus menjalani prosedur imigrasi. Setelah beberapa hari, ia diberangkatkan secara terhormat dari Pelabuhan Tenau menuju Jakarta dengan Kapal Kalimutu, disaksikan ratusan warga yang mengiringi kepergiannya dengan doa.

Di Jakarta, Haji Malik dikenal sebagai pengusaha permadani rajutan tangan bernilai spiritual tinggi, terbuat dari bahan halal dan alami. Ia memiliki izin dan sertifikat dari para guru spiritualnya untuk melayani pembuatan permadani bagi kalangan pemimpin dunia. Dalam perjalanannya, ia tercatat melayani enam Presiden Republik Indonesia, mulai dari era Presiden Soeharto hingga Joko Widodo.