Tak lama berselang, kabar tentang keberadaan seorang musafir asal Pakistan itu menyebar luas di Kupang. Rumah Usman Siddin mulai ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai latar belakang.
Banyak yang datang untuk meminta doa, berkonsultasi tentang pengobatan herbal, terapi, hingga memohon petunjuk dalam urusan usaha, kesehatan, dan kehidupan keluarga. Seluruh layanan tersebut diberikan tanpa pungutan biaya apa pun.
Salah satu kisah yang dikenang adalah pengalaman almarhum Lakatonde, seorang nelayan yang hampir setahun gagal melaut dan terlilit utang. Setelah berkonsultasi dan menjalankan nasihat berupa doa, ibadah, serta waktu melaut tertentu, usahanya kembali membuahkan hasil. Keesokan harinya, ia datang bersama keluarga membawa hasil tangkapan dan ungkapan syukur.
Haji Malik selalu menekankan agar seluruh kejadian tersebut tidak disalahartikan dan tidak mengarah pada kesyirikan. Ia menegaskan bahwa dirinya hanyalah manusia biasa, dan segala keberhasilan semata-mata atas izin Allah SWT melalui ikhtiar dan doa sesuai syariat.



Tinggalkan Balasan