Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zet Libing, menjelaskan bahwa NTT Mart Malaka merupakan peluncuran ke-15 secara provinsi dan yang keempat pada tahun 2026.
Saat ini, NTT Mart Malaka menampilkan 648 jenis produk dari 21 pelaku UMKM, seluruhnya dibeli langsung menggunakan anggaran pemerintah daerah.
“Kami akan terus mengembangkan kualitas produk, pendampingan perbankan, serta pemasaran digital agar UMKM benar-benar berdaya saing,” katanya.
Peluncuran ditandai dengan penandatanganan kerja sama, serah terima aset dan produk, serta peninjauan langsung oleh Gubernur dan jajaran.
Di antara etalase tenun, pangan olahan, dan kerajinan lokal, NTT Mart Malaka berdiri sebagai etalase harapan, bahwa ekonomi daerah bisa tumbuh dari tangan rakyatnya sendiri.
Bagi Malaka, NTT Mart bukan hanya toko. Ia adalah jembatan: dari ladang, laut, dan rumah-rumah produksi kecil menuju masa depan ekonomi yang lebih berdaulat. (ocp/ab)





Tinggalkan Balasan