“Kita ingin uang berputar di NTT. ASN kami dorong untuk belanja produk lokal,” kata Melki.
Khusus ASN Provinsi NTT, pemerintah mendorong belanja minimal Rp100 ribu per orang di NTT Mart. Jika seluruh ASN melaksanakan kebijakan ini, perputaran uang bisa mencapai Rp31 miliar dan mendorong pertumbuhan UMKM lokal.
Pajak Kendaraan Bermotor
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyebutkan bahwa sumber PAD terbesar berasal dari pajak kendaraan bermotor. Namun hingga kini, tingkat kepatuhan wajib pajak masih di bawah 50 persen.
“Jika kepatuhan meningkat hingga 75 persen, tambahan pendapatan bisa mencapai ratusan miliar rupiah,” ujarnya.
Saat ini, pendapatan dari pajak kendaraan bermotor berkisar Rp600 miliar. Jika tingkat kepatuhan naik menjadi 70–80 persen, potensi tambahan PAD bisa mencapai Rp200 miliar.
Johni pun meminta dukungan media untuk mengampanyekan pentingnya taat membayar pajak demi kelancaran pembangunan di NTT. (*)



Tinggalkan Balasan