“Kita ingin memastikan seluruh potensi PAD tergarap maksimal. Kalau PAD naik, pelayanan publik pasti lebih baik,” tegas Melki.
Di bidang digitalisasi, Pemprov NTT terus berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk mempercepat pemerataan jaringan internet. Pemerintahan berbasis digital juga terus diperbarui, termasuk peluncuran Portal Sasando sebagai pusat data pembangunan daerah.
Melki menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam pembangunan, mulai dari DPRD, perguruan tinggi, tokoh agama, media, Bank NTT, hingga diaspora NTT.
Isu Sosial dan Ekonomi
Pemprov NTT juga memberi perhatian serius terhadap persoalan kekerasan terhadap anak dan perempuan, serta meningkatnya angka HIV/AIDS, khususnya di Kota Kupang.
“Kita harus fokus melindungi anak dan perempuan agar tidak lagi menjadi korban kekerasan, dan menangani HIV/AIDS secara serius,” ujarnya.
Di bidang ekonomi, Pemprov NTT berupaya mengubah pola ekonomi daerah dari konsumtif menjadi produktif. Saat ini, defisit perdagangan NTT mencapai sekitar Rp51 triliun akibat tingginya ketergantungan pada produk dari luar daerah.



Tinggalkan Balasan