“Nantinya siswa akan membiayai sekolahnya sendiri, tetapi kita siapkan ekosistem agar mereka bisa produktif dan mandiri,” jelasnya.

Selain pendidikan, Pemprov NTT juga terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur, terutama perbaikan jalan rusak, pembangunan sumur bor, serta penyediaan listrik.

Pemerintah provinsi, kata Melki, terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk pembangunan jaringan listrik, termasuk pemasangan listrik gratis bagi masyarakat.

Di sektor perumahan, tahun ini Pemprov NTT telah membangun 75 unit rumah layak huni. Sementara pada tahun depan, bantuan renovasi rumah layak huni sebesar Rp20 juta per rumah akan dibagi melalui skema kolaborasi, yakni Rp5 juta dari provinsi, Rp5 juta dari kabupaten/kota, dan Rp10 juta dari dana desa.

“Dengan skema ini, kita bisa menjangkau sekitar 31.570 rumah di tingkat desa dan kelurahan,” ungkapnya.

Target PAD dan Digitalisasi

Pemprov NTT juga menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,8 triliun pada tahun depan. Untuk mencapainya, pemerintah akan menutup kebocoran pendapatan, mengoptimalkan aset daerah, serta memperkuat pengawasan.