Tahun ini, Festival Budaya Pasir Panjang mengangkat tema besar “Merajut Harmoni dalam Keberagaman Budaya Rote dan Timor”. Meski fokus utama menonjolkan dua etnis tersebut, festival tetap memberikan ruang bagi kelompok masyarakat dari Alor dan Sabu untuk turut mempersembahkan kesenian dan busana tradisional mereka.
“Kita diminta oleh Dinas Pariwisata Kota Kupang untuk menampilkan budaya yang dekat dengan masyarakat setempat. Tapi kami tetap memberi kesempatan bagi semua etnis untuk tampil sesuai identitas mereka. Itulah yang membuat festival ini hidup dan berwarna,” jelas Robert.
Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah Lomba Pakaian Tradisional Terbaik, di mana peserta dari berbagai RT/RW tampil dengan busana adat khas daerah masing-masing. Dewan juri kemudian menilai keaslian, kreativitas, dan keserasian kostum yang dikenakan.
Kesuksesan festival ini tidak terlepas dari peran aktif warga dan berbagai elemen masyarakat. Karang Taruna Bina Mandiri Pasir Panjang menjadi motor penggerak utama dengan menyiapkan seluruh kebutuhan teknis acara, mulai dari sound system, panggung, meja, hingga kursi secara swadaya.



Tinggalkan Balasan