Ia menyebut, meski belum semua kelurahan di Kota Kupang menyelenggarakan kegiatan serupa, Pasir Panjang berkomitmen menjadi contoh dalam mengembangkan potensi daerah.

Festival budaya ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah bagi masyarakat untuk menampilkan kebudayaan daerah sekaligus memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman etnis.

Salah satu fokus utama dari festival tahun ini adalah mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berbagai lapak dan stan disediakan untuk pelaku usaha lokal, mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga produk kreatif khas Nusa Tenggara Timur.

“Kami ingin kegiatan ini berdampak langsung bagi masyarakat. Jadi tidak hanya hiburan, tapi juga membuka peluang ekonomi bagi keluarga yang memiliki usaha,” tutur Robert.

Selain itu, berbagai perlombaan seperti sepak bola, tarik tambang, fashion show pakaian adat, hingga pertunjukan musik lokal menjadi daya tarik tersendiri. Kawasan Taman Ria Pasir Panjang pun selama dua pekan dipenuhi pengunjung yang antusias menyaksikan aneka kegiatan.