Ia menjelaskan, masyarakat adat terus berkoordinasi dengan kontraktor agar tenaga kerja lokal bisa lebih banyak terserap sesuai kemampuan mereka. Bahkan, Yohanes telah menyampaikan langsung kepada Gubernur NTT agar ke depan dibangun sekolah kejuruan yang berfokus pada energi panas bumi.
“Saya sudah usulkan agar ada SMK geothermal di daerah kami, supaya anak-anak Wogo bisa belajar, bekerja, dan memahami potensi energi ini dengan baik. Kami ingin ada orang Wogo yang menjadi pegawai geothermal agar bisa meyakinkan masyarakat bahwa ini proyek baik,” tambahnya.
Yohanes juga menyinggung potensi wisata budaya Desa Nua Wogo yang mulai terdampak penurunan kunjungan pascapandemi. Ia berharap kehadiran PLN dapat membuka ruang kolaborasi dalam mengembangkan potensi desa wisata berbasis edukasi budaya.
“Kami ini desa edu-wisata pertama di sini. Pengunjung yang datang bukan hanya menikmati pemandangan, tapi juga belajar tentang kehidupan, tradisi, dan arsitektur rumah adat kami. Kami ingin berkolaborasi dengan PLN agar Wogo bisa kembali ramai dikunjungi,” katanya.



Tinggalkan Balasan