Bajawa, KN — Kunjungan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama rombongan wartawan NTT ke kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko (2×10 MW), Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Nua Wogo.

Desa Nua Wogo merupakan salah satu kampung adat yang berbatasan langsung dengan area pengembangan PLTP Mataloko. Dalam sambutannya, Tua Adat sekaligus Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Nua Wogo, Yohanes Baghi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran PLN dan komitmen perusahaan yang terus membuka ruang dialog dengan masyarakat.

Yohanes menegaskan, masyarakat adat siap mendukung pengembangan energi panas bumi sepanjang pelaksanaannya dilakukan secara terbuka dan tetap memperhatikan kepentingan warga lokal.

“Kami yakin dan percaya, dengan adanya PLN kita bisa bekerja sama. Pemerintah dan PLN pasti sudah memikirkan yang terbaik bagi masyarakat. Selama ini komunikasi kami dengan pihak PLN dan kontraktor berjalan baik, terutama soal kesempatan kerja bagi anak-anak muda Wogo agar bisa ikut berkontribusi,” ujar Yohanes.