Selain itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga diminta menggelar sosialisasi serupa bagi ASN dan keluarga mereka. “Banyak ASN yang juga menjadi orang tua. Mereka perlu dibekali pengetahuan agar bisa mengawasi dan membimbing anak-anak mereka di rumah. Karena ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga masa depan generasi muda kita,” tandasnya.

Wali Kota juga menegaskan pentingnya mengaktifkan kembali Warga Peduli AIDS (WPA) di 51 kelurahan se-Kota Kupang. WPA akan menjadi perpanjangan tangan pemerintah di tingkat masyarakat untuk mendeteksi kasus baru, melakukan edukasi, dan mengurangi stigma terhadap ODHA (Orang dengan HIV-AIDS). “WPA akan menjadi duta edukasi dan pengawasan di tingkat akar rumput, bekerja sama dengan RT, RW, dan Posyandu,” jelasnya.

Dalam arahannya, Wali Kota meminta agar seluruh kegiatan KPAD dapat diintegrasikan dengan program dinas lain seperti DP3A, Posyandu, dan PKK. Ia juga mendorong agar setiap kegiatan pemerintah seperti pembinaan rohani dan Oikumene ASN dapat disisipkan materi edukasi singkat tentang HIV-AIDS.