Ia berharap agar pihak Politeknik Negeri Kupang segera menyelesaikan masalah ini, agar jangan merusak nama baik perguruan tinggi atau pendidikan di NTT.

“Yang harus bertanggung jawab secara akademik adalah direktur. Apapun risikonya, dia (direktur) adalah nahkodanya. Ini nasib alumni yang harus dipertanggungjawabkan,” pungkas Dr. Semuel Haning. (*)