Bupati Umbu Lili mengatakan, Sumba Timur paling beruntung mendapat tiga kali etape sebagai star, lintasan dan finish. “Hari ini kita mendapat etape 4 dengan star di Tanah Rara dan finish di Waingapu. Ini tidak hanya olahraga tapi hiburan bagi masyarakat yang menyaksikannya. Besok di Sumba Timur menjadi titik star etape 5 Waingapu-Tambolaka dan lusa kita menjadi tempat finish etape 6 Tambolaka- Waingapu. Masyarakat puas menonton dan ini luar biasa dan kita patut berterima kasih kepada Gubernur dan jajaran serta penyelenggara dan semua pihak yang terkait melancarkan event balap sepeda Tour de EnTeTe ini,” kata Umbu Lili. 

Semangat dan sambutan yang sama disampaikan Wakil Bupati, Yonathan Hani. Yonatahan menyeampaikan terima kasih kepada semua pihak, teristimewa para riders dari 13 negara yang terlibat dalam event internasional ini. 

Dalam bahasa inggris, Wabup menyampaikan terima kasih dan berharap para riders mewartakan keindahan alam Sumba Timur kepada sanak keluarga dan sahabat kenalan di negara masing-masing, sekembali dari Sumba. Para riders juga diharapkan datang kembali sebagai wisatawan di musim liburan.

Kenny yang diberi kesempatan menyampaikan kesannya mengatakan, etape 4 hari ini tidak sulit lintasannya. Saat menurun tidak ada balapan tapi mereka menikmati pemandangan yang indah. Sedangkan Louis mengatakan bisa mempertahankan targetnya sebagai pemenang dalam catatan waktu karena kerja sama tim. 

Sedangkan si raja tanjakan, Muhammad Herlangga mengatakan etape 4 sebenarnya tidak ada tanjakan berarti untuk masuk dalam klasifikasi Kom Pokadet tapi kerja sama tim sehingga dia bisa mempertahankan posisinya. Syelhan mengatakan hari ini dirinya cukup ikut grup untuk tidak membuang energi yang disimpan untuk besok menmpuh etape 5, Waingapu-Tambolaka.

Etape 4 dengan star di bukit Tanah Rara dilepas oleh Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali dan disaksikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena serta pejabat daerah baik provinsi maupun kabupaten.

Pelepasan ditandai pengibasan bendera start oleh Bupati Sumba Timur. Etape keempat ini menempuh rute menantang yang menyajikan panorama khas perbukitan dan pedesaan di Sumba Timur, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta maupun wisatawan.