Sebagai tuan rumah pada etape I, dirinya bangga dan bahagia . Dia mempersilahkan para pembalap untuk menikmati keindahan alam, keanegaragaman budaya TTU dan membawa pulang ke negara masing-masing. Para pembalap juga diharapkan dapat kembali ke TTU sebagai wisatawan.
Bangga Bisa Berpartisipasi
Axel Habert melalui penerjemahnya mengaku bangga bisa berpartisipasi dalam ajang balap sepeda internasional Tour de EnTete yang lintasannya menantang namun alamnya indah dan menyenangkan. Dia mengaku senang dengan penerimaan dan keramahtamaan masyarakat NTT, terumata masyarakat TTU yang menyambut dengan sorak sorai saat dirinya memasuki finish. “Ini sebuah kehormatan bagi saya,” katanya.
Dia mengaku rute etape pertama kurang lebih 200-an kilometer sangat berat tapi memotivasi jiwa balapnya. Axel mengaku sempat jatuh pada lintasan yang menurun tajam, namun tidak cedera sehingga ia bisa meneruskan balapannya.
Menurutnya, bisa saja jatuhnya itu karena kondisi tubuhnya yang masih lelah dalam perjalanan dari negaranya dan tiba di Kota Kupang pada Selasa, 9 September 2025. Dia mengaku belum istirahat penuh lalu melanjutkan perjalanan mengikuti balap menuju TTU.



Tinggalkan Balasan