Saat pengumuman juara disampaikan bahwa yang mendapatkan jersey pada lomba balap sepeda Tour de EnTeTe, orangnya bisa sama, bisa juga berbeda pada etape 2, Kefamenanu-Atambua melintasi Wini pada besok, Kamis, 11 September 2025. Jika orang yang sama dapat mempertahankan prestasinya, akan berhak mendapat kembali jersey sesuai kategorinya. 

Lomba balap sepeda Tour de EnTeTe dilepas oleh Gubernur NTT, Melki Laka Lena pada garis star di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Rabu, 10 September 2025 pukul 09.00 Wita, melintasi Jalan El Tari, Jalan Frans Seda, Jalan Frans Lebu Raya-TDM, Jalan Amabi, Jalan Soeharto, Jalan Soekarno Hatta-Jalan Ahmad Yani, Jalan Timor Raya.

Setiap lintasan yang dilalui para pembalap dari 12 negara, minus Irak yang batal hadir, para pelajar dan masyarakat umum antusias menyaksikannya. Para pejalar bersorak -sorai sambil melambaikan bendera merah putih serta memberikan suport kepada para pembalap, oficial serta rombongan. 

Para pembalap terdiri dari 5 tim pembalap Indonesia, 2 tim pembalap Filipina, 1 tim pembalap Timor Leste, 2 tim pembalap Malaysia, 1 tim pembalap Perancis, 1 tim pembalap Aljazair, 1 tim pembalap Mesir, 1 tim pembalap Belanda, 1 tim pembalap Australi dan 1 tim pembalap Inggris. Masing-masing tim terdiri dari 5 orang pembalap dan 3 orang ofisial yang mengawal masing-masing tim dengan menumpang mobil Toyota Avansa. 

Dari Kota Kupang menuju Kabupaten Kupang rata-rata kecepatan yang ditempuh 60-80 kilometer/jam. Kecepatan baru berkurang ketika memasuki tanjakan Camplong sekitar 20-30 kilometer/jam. Melewati hutan Camplong para pembalap betul-betul mengkayu dengan kecepatan tinggi hingga memasuki wilayah Tanah Putih Kabupaten Timor Tengah Selatan kecepatan berkurang karena tanjakan dan tikungan-tikungan tajam. 

Pukul 10,45 Wita para pembalap melintasi tanjakan Camplong memasuki kawasan hutan dan sekitar pukul 10.55 keluar dari kawasan hutan Camplong dan dengan kecepatan semenuju Takari. Jelang masuk Takari terlihat 13 pembalap memimpin di depan sekitar 80-90 kilometer/jam. Sebelum memasuki jembatan Takari ada pembalap yang sempat leading namun segera diatasi sehingga semua pembalap memacu sepeda hingga masuk finish pada etape I, dengan catatan waktu berbeda-beda dari yang tercepat 4.16.56.