Sekitar pukul 11.35 Wita para pembalap melintasi jembatan Takari menuju Soe-Kabupaten Timor Tengah Selatan. Pukul 12.40 Wita, para pembalap memasuki Kota Soe disambut antusias warga dan pelajar yang pagar betis di sepanjang jalan sambil berteriak histeris menyaksikan laju sepeda yang sangat cepat. 

Sekitar pukul 14.56 Wita para pembalap memasuki kawasan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara . Saat itu 5 pembalap memimpin di depan, sedangkan pembalap lainnya beriringan dari belakang. Namun semua mereka tetap berenergi memacu sepeda menuju garis finish di halaman Kantor Bupati TTU. Dan, pukul 14.56 Wita para pembalap memasuki Kota Sari Kefamenanu dan diosambut antusias oleh para pelajar dan masyarakat umum yang membentuk pagar betis di sisi kiri dan kanan jalan. 

Tiba di finish para pembalap disambut Wakil Bupati, Kamilus Elu berserta jajaran, Ketua DPRD TTU, Kristo Efi serta tamu undangan lainnya. Setelah istirahatan beberapa menit dilakukan seremoni adat natoni dan dilanjutkan dengan seremoni pemerintahan. 

Dalam sambutnyan, Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu mengatakan, balap sepeda ibarat kita berjalan, ada yang sangat cepat, cepat, lambata bahkan paling lambat. Wabup menyampaikan terima kasih kepada para pembalap yang telah memasuki tanah Kabupaten TTU. 

Dia menitip pesan agar para pembalap membawa kesan baik terhadap TTU. Pemerintah dan masyarakat TTu memberikan kesan baik supaya ketika pulang ke negaras masing-masing para pembalap bisa membawa kenangan itu dan mewartakan kepada sesama warga agar mau datang dan berkunjung di TTU. 

Sebagai tuan rumah pada etape I, dirinya bangga dan bahagia . Dia mempersilahkan para pembalap untuk menikmati keindahan alam, keanegaragaman budaya TTU dan membawa pulang ke negara masing-masing. Para pembalap juga diharapkan dapat kembali ke TTU sebagai wisatawan. 

Bangga Bisa Berpartisipasi

Axel Habert melalui penerjemahnya mengaku bangga bisa berpartisipasi dalam ajang balap sepeda internasional Tour de EnTete yang lintasannya menantang namun alamnya indah dan menyenangkan. Dia mengaku senang dengan penerimaan dan keramahtamaan masyarakat NTT, terumata masyarakat TTU yang menyambut dengan sorak sorai saat dirinya memasuki finish. “Ini sebuah kehormatan bagi saya,” katanya.