Dia mengaku rute etape pertama kurang lebih 200-an kilometer sangat berat tapi memotivasi jiwa balapnya. Axel mengaku sempat jatuh pada lintasan yang menurun tajam, namun tidak cedera sehingga ia bisa meneruskan balapannya.
Menurutnya, bisa saja jatuhnya itu karena kondisi tubuhnya yang masih lelah dalam perjalanan dari negaranya dan tiba di Kota Kupang pada Selasa, 9 September 2025. Dia mengaku belum istirahat penuh lalu melanjutkan perjalanan mengikuti balap menuju TTU.
Dia gembira karena bisa menyabet juara I pada etape I. Dia berharap bisa meneruskan balapnya pada etape berikutnya hingga masuk finish di Labuan Bajo.
Axel menurutkan, pernah mengikuti balap sepeda pada jalur ekstrem dan itu mungkin ia dapatkan pada etape II Kefamenanu-Atambua melintasi Wini yang dikabarkan banyak turunan dan tikungan. “Mudah-mudahan bisa saya jalani,”tutupnya.
Ilham pembalap Nusantara yang ditemui mengaku medannya bagus, banyak rolingnya dari star sampai finish. Medan tersebut asyik tapi menantang karena alamnya panas. Kesan yang sama disampaikan tim balap Jakarta Pro Cycling.
Tim ini mengaku senang bisa datang di NTT dan mengikuti balap pada rute dan etape yang penuh tantangan. Tantangan utama adalah cuaca yang sangat panas dan alam yang berkelok dengan tikungan, tanjakan dan turunan yang panjang.
Jacob Longham dari Nex Velofit Australia mengaku senang dan berjanji akan datang kembali sebagai wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata dan perkampungan adat di NTT. Dia mengaku senang karena masyarakat NTT ramah dan cepat menerima orang baru. (*/ab)









Tinggalkan Balasan