Ia menekankan bahwa peningkatan kesadaran, pendidikan, dan keterlibatan masyarakat adalah kunci. Pada April 2024, Kementerian Kesehatan Timor Leste telah mulai mendistribusikan materi edukatif dalam bahasa lokal yang disusun bersama WHO. Informasi tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan dasar.

Florindo juga menyoroti kegiatan peringatan Hari Rabies Sedunia pada 28 September 2024. “Kami menggelar lokakarya, edukasi komunitas, serta komunikasi risiko kepada masyarakat, pemilik hewan peliharaan, dan anak-anak sekolah sebagai langkah preventif,” pungkasnya.

Konferensi ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi ilmiah internasional dan mendukung kebijakan kesehatan yang lebih terintegrasi demi menjawab tantangan kesehatan global masa kini dan mendatang. (*)