Bank NTT, lembaga keuangan daerah yang biasanya sibuk mengurus kredit dan laporan laba, kali ini tampil dengan wajah lain. Mereka membawa sesuatu yang sederhana tapi penuh makna: tabungan Rp1 juta untuk setiap anggota Paskibraka NTT 2025. “Ini sarana edukasi finansial agar generasi muda terbiasa menabung dan paham literasi keuangan,” kata Yohanis.
Pesan itu terdengar relevan di hadapan para remaja dengan mimpi beragam—menjadi TNI, Polri, pegawai negeri, bahkan banker. “Kami yakin dalam diri adik-adik sudah ada modal utama: semangat, karakter, disiplin. Tinggal diasah dengan ilmu,” lanjut Yohanis.
Audiensi sederhana itu menjelma lebih dari seremoni penyerahan hadiah. Ia memperlihatkan benang merah antara dunia birokrasi, perbankan, dan pembangunan manusia NTT. Bank NTT seakan ingin menegaskan: investasi terbesar bukan pada gedung atau jalan, melainkan pada anak-anak muda yang suatu saat akan memimpin daerah ini.
Paulus dan Merlin duduk tenang mendengarkan, wajah mereka sesekali memerah karena sorot kamera. Di balik senyum mereka, bonus tabungan mungkin hanya angka kecil, tapi simboliknya besar: bukti bahwa perjuangan di Istana Negara tak berhenti di Jakarta, melainkan menemukan gema di tanah kelahiran.



Tinggalkan Balasan