Kupang, KN – Dua remaja asal Nusa Tenggara Timur itu masih menyimpan kilau momen dari panggung tertinggi perayaan kemerdekaan Indonesia. Paulus Gregorius Afrizal, siswa kelas XII SMA Frater Maumere, Kabupaten Sikka, dan Merlin Anggraeni Mausali, siswi kelas XII SMA Negeri 1 Kalabahi, Kabupaten Alor, baru sepekan lalu berdiri gagah di halaman Istana Negara, mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Kini, Jumat sore (22/8/2025), mereka duduk di Ruang Kerja Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Gedung Sasando. Suasana jauh berbeda dari upacara kenegaraan di Jakarta: tak ada sorak sorai, tak ada dentuman drum band, hanya percakapan hangat yang sesekali dibumbui senyum.

“Nama NTT harum di tingkat nasional lewat kalian berdua,” kata Gubernur Melki, yang didampingi Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesbangpol NTT, Regina Manbait. “Kalian bukan sekadar duta daerah, tetapi teladan generasi muda dalam disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan. Jaga nama baik diri, keluarga, dan daerah.”