Kupang, KN — Komitmen Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam mencegah dan menangani tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau human trafficking mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Dewan Pembina PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia), Gabriel Goa.

Dalam pernyataannya, Gabriel menyampaikan dukungannya atas langkah-langkah strategis yang mulai dilakukan oleh Gubernur NTT, khususnya dalam upaya pencegahan hingga ke tingkat desa, serta peluncuran rebranding baru PMI NTT Unggul dan Prosedural yang dinilai sebagai terobosan penting.
“Komitmen Gubernur NTT untuk mencegah human trafficking sampai ke desa dan rebranding PMI NTT wajib kita apresiasi dan dukung total. Sudah saatnya kita kerja keras, kerja cerdas, dan kerja nyata untuk mengatasi darurat human trafficking di NTT,” tegas Gabriel, Kamis (7/8/2025).

Ia menegaskan bahwa penanganan TPPO tidak bisa dilakukan setengah hati. Lima langkah strategis pun disampaikan oleh Gabriel sebagai bentuk roadmap konkret yang bisa dilakukan Pemerintah Provinsi bersama seluruh elemen masyarakat.