”Yang kita lakukan hari ini bukan menanam sesuatu yang asing. Kita hanya menyulut kembali api yang sudah ada,” lanjutnya.
Membongkar Akar, Menyiram Nilai
Forum yang digagas BPIP dan Umbu Rudi ini bukan ajang seremonial belaka. Ia bagian dari gerakan nasional pembumian Pancasila, yang kini diarahkan untuk bertumbuh dari komunitas-komunitas kecil. Targetnya: melahirkan ratusan simpul relawan kebajikan dari desa-desa di seluruh Indonesia.
Program ini memiliki dasar hukum yang kuat. Purno merujuk pada Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN serta Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang mengatur efisiensi anggaran dan penguatan nilai kebangsaan.
“Pancasila harus diyakini, dipelajari, dan dipraktikkan. Tidak cukup diajarkan di ruang kelas, tapi harus menjadi budaya hidup,” tegasnya.
Dari BP-7 ke BPIP: Ideologi yang Terus Hidup
Purno juga mengingatkan, BPIP lahir dari sejarah panjang kelembagaan pembinaan ideologi: dari BP-7 di era Orde Baru, bertransformasi menjadi UKP-PIP di masa awal Jokowi, dan kini menjadi BPIP dengan mandat yang lebih kuat dan sistematis.



Tinggalkan Balasan