Dalam pertemuan ini, Gubernur juga mendengar secara langsung laporan dari masing-masing pemerintah Kabupaten/Kota terkait pelaksanaan program MBG dan upaya yang dilakukan untuk percepatan pembuatan dapur MBG ini.
Melki Laka Lena dalam pertemuan ini juga menyinggung soal peristiwa keracunan makanan yang dialami siswa di Kota Kupang dan di Sumba Barat Daya beberapa hari lalu.
Melki berharap agar kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi dikemudian hari. Menurutnya, ini bukan soal program MBG yang salah tapi tata kelolanya yang perlu diperhatikan di tingkat pelaksana. Untuk itu, dirinya mengingatkan agar penyajian MBG ini harus betul-betul sesuai dengan arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kalau kita kerja sesuai dengan arahan yang dibuat oleh BGN dan beberapa pihak terkait seperti Badan POM dan yang lainnya, tidak mungkin keracunan. Ini persoalan tata kelola yang perlu dibenahi,” pungkasnya. (*/ab)



Tinggalkan Balasan