Kehadiran program MBG ini menurut Melki Laka Lena dapat mendongkrak upaya pengentasan stunting dan gizi buruk di NTT. Selain itu, juga berpotensi menggerakkan roda perekonomian serta membuka kesempatan kerja bagi masyarakat NTT pada umumnya.
“Aspek gizi mestinya bagus untuk siswa-siswi, balita dan anak PAUD. Aspek ekonomi, program ini berpotensi memutar perekonomian di daerah sekitar sekolah dan dapur yang bergerak. Membuka lapangan kerja dan memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat yang menjadi bagian dari dapur MBG atau juga supply chainnya,” ujar Melki.
Kepada pemerintah Kabupaten/Kota se-NTT, Gubernur Melki berharap agar implementasi program MBG ini harus betul-betul terlaksana secara baik.
“Intinya adalah tidak boleh lagi ada kata tidak bisa untuk pelaksanaan MBG untuk alasan apapun juga,” tegas Melki.
Untuk memastikan percepatan pelaksanaan program MBG di NTT, Melki Laka Lena menegaskan akan membentuk Satgas Percepatan Pelaksanaan MBG di tingkat provinsi. Gubernur juga berharap agar hal serupa juga dibentuk di masing-masing Kabupaten/Kota di NTT.



Tinggalkan Balasan