Dengan 12 jaringan kantor layanan dan 9 mesin ATM yang tersebar di Sumba Timur, Bank NTT Cabang Waingapu ingin memastikan bahwa setiap warga, sekecil apapun usahanya, sebesar apapun imannya, bisa merasakan manfaat kehadiran lembaga keuangan milik daerah ini.
“Inklusi keuangan itu bukan hanya soal angka dan saldo. Ini soal memberdayakan. Soal memberi ruang bagi semua orang untuk bermimpi lebih besar,” ujar Yusuf, menutup sesi pagi itu.
Lagu pujian mengalun pelan saat kegiatan usai. Di luar gereja, beberapa ibu masih berbincang soal rencana membuka warung sembako dengan modal kredit mikro. Di sisi lain, seorang pendeta muda mencatat tanggal untuk pertemuan lanjutan. Bank dan gereja, rupanya, menemukan jalan tengah di pertemuan yang tak biasa: antara liturgi dan literasi. (*/ab)





Tinggalkan Balasan