“Kami tidak hanya membekali mahasiswa dengan dasar-dasar geografi, tetapi juga keterampilan praktis dalam pembelajaran geografi berbasis konteks lokal,” ujarnya.

Saat ini, prodi tersebut menampung sekitar 600 mahasiswa aktif dengan kurikulum berbasis KKNI dan Outcome-Based Education (OBE). Fokus kajiannya mencakup pembelajaran geografi, penelitian berbasis wilayah lahan kering, kepulauan, hingga pariwisata, menjadikannya satu-satunya program studi Pendidikan Geografi di perguruan tinggi negeri di NTT.

“Keunggulan ini menjadi nilai tambah dalam mencetak guru dan praktisi geografi yang paham konteks lokal dan mampu bersaing di tingkat nasional,” tambah Miakel.

Harapan Besar dari Asesmen Lapangan

Dalam rangka meningkatkan mutu akreditasi, Program Studi Pendidikan Geografi saat ini tengah menjalani proses asesmen lapangan oleh asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), yaitu Prof. Dr. Sumarni, M.Pd dan Prof. Dr. H. Erman Syarif, S.Pd., M.Pd.

“Kami berharap asesmen ini menjadi batu pijakan untuk meraih status unggul, dan menjadi bagian dari kontribusi UNDANA dalam mewujudkan misi ‘UNDANA Berdampak: Dari Nusa Tenggara untuk Nusantara,’” ujar Miakel.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara moral maupun material. Ucapan khusus diberikan kepada Rektor dan jajaran, Dekan FKIP, serta keluarga besar FKIP UNDANA yang terus mendorong kemajuan program studi.

“Terima kasih juga kami sampaikan kepada para asesor yang telah membimbing dan mengevaluasi. Kami mohon maaf atas kekurangan selama proses ini, dan berharap terus mendapat arahan demi perbaikan ke depan,” tutupnya. (*/ab)