“Geothermal adalah sumber energi bersih yang tersedia sepanjang waktu, tidak bergantung pada faktor cuaca seperti matahari atau angin. Potensinya sangat besar dan berkelanjutan. Penetapan Flores sebagai Pulau Geothermal menjadi dasar kuat bagi kami untuk terus mendorong pengembangannya,” jelas Roya Ginting di hadapan para peserta site visit.
Dalam sesi penjelasan teknis, Roya Ginting juga memaparkan bagaimana energi panas bumi dihasilkan dari proses alami yang terjadi jauh di bawah permukaan bumi. Ia menjelaskan bahwa air hujan yang meresap ke dalam tanah hingga kedalaman 1.000–3.000 meter akan mencapai zona batuan panas dan berubah menjadi uap. Uap tersebut kemudian dialirkan melalui sumur produksi menuju pembangkit untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik.
“Yang membedakan geothermal dengan sumber energi lain adalah sifatnya yang tertutup dan berkelanjutan. Setelah digunakan, uap dikondensasi menjadi air dan disuntikkan kembali ke dalam tanah melalui sumur injeksi. Ini adalah sistem tertutup yang minim emisi dan tidak menghasilkan limbah padat seperti pembangkit berbasis fosil,” ujar Roya.



Tinggalkan Balasan