Sebagai bagian dari peringatan Harganas, dilaksanakan pelayanan KB serentak di seluruh Puskesmas se-Kabupaten Rote Ndao yang menyasar 200 akseptor. Di Puskesmas Ba’a sendiri, pelayanan KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) diberikan kepada 40 akseptor, terdiri dari 31 pemasangan implan dan 9 IUD.

Bupati juga menyoroti pentingnya penambahan Tenaga Penyuluh KB/PLKB. Saat ini, Rote Ndao hanya memiliki 26 tenaga penyuluh yang tersebar di 11 kecamatan dan 119 desa/kelurahan.

“Idealnya, setiap desa memiliki satu petugas. Kami masih kekurangan tenaga dan berharap ada penambahan dari pusat,” ujarnya.

Dorongan Kampanye Gizi dan Perubahan Pola Hidup

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menyampaikan bahwa prevalensi stunting di provinsi ini masih cukup tinggi, yakni 37 persen menurut SSGI 2024, meski turun dari 37,9 persen tahun sebelumnya. Ia menekankan perlunya kampanye masif dan perubahan perilaku konsumsi masyarakat.

“Masih banyak keluarga yang lebih memilih sirih pinang, rokok, dan miras ketimbang makanan bergizi. Ini pola konsumsi yang harus kita ubah bersama,” katanya.