Kupang, KN – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali meneguhkan perannya sebagai role model dalam percepatan penanganan stunting di Indonesia.

Hal ini ditegaskan dalam puncak kegiatan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak yang digelar dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 di Lapangan Bola Kaki Christian Dillak, Ba’a, Kabupaten Rote Ndao, Senin (23/6/2025).

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, yang hadir bersama Pembina DWP Kemendukbangga/BKKBN RI, Uni Wihaji. Turut mendampingi, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, dan Wakil Bupati Apremoi D. Dethan.

Dalam sambutannya, Menteri Wihaji menegaskan komitmennya untuk menjalankan dua mandat utama berdasarkan Peraturan Presiden: pelayanan kependudukan melalui kampanye “Dua Anak Lebih Sehat” dan pembangunan keluarga dengan fokus pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) guna mencegah stunting sejak dini.

“Stunting memengaruhi IQ anak. Hanya 20 persen yang bisa disembuhkan jika melewati 1000 HPK. Karena itu, negara harus hadir sejak awal, terutama bagi ibu hamil dan calon pengantin,” tegasnya.