Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, melaporkan bahwa dari total 19.890 keluarga yang telah diverifikasi pada tahun 2024, sebanyak 8.110 keluarga (40,77 persen) dikategorikan sebagai Keluarga Risiko Stunting (KRS).
Sebagai bagian dari peringatan Harganas, dilaksanakan pelayanan KB serentak di seluruh Puskesmas se-Kabupaten Rote Ndao yang menyasar 200 akseptor. Di Puskesmas Ba’a sendiri, pelayanan KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) diberikan kepada 40 akseptor, terdiri dari 31 pemasangan implan dan 9 IUD.
Bupati juga menyoroti pentingnya penambahan Tenaga Penyuluh KB/PLKB. Saat ini, Rote Ndao hanya memiliki 26 tenaga penyuluh yang tersebar di 11 kecamatan dan 119 desa/kelurahan.
“Idealnya, setiap desa memiliki satu petugas. Kami masih kekurangan tenaga dan berharap ada penambahan dari pusat,” ujarnya.
Dorongan Kampanye Gizi dan Perubahan Pola Hidup
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menyampaikan bahwa prevalensi stunting di provinsi ini masih cukup tinggi, yakni 37 persen menurut SSGI 2024, meski turun dari 37,9 persen tahun sebelumnya. Ia menekankan perlunya kampanye masif dan perubahan perilaku konsumsi masyarakat.
“Masih banyak keluarga yang lebih memilih sirih pinang, rokok, dan miras ketimbang makanan bergizi. Ini pola konsumsi yang harus kita ubah bersama,” katanya.
Sebagai bentuk penghormatan atas komitmen dan kontribusinya, Menteri Wihaji dianugerahi gelar adat “Mane Mana Lopolinu Ume’lo”, yang berarti Pangeran Pelindung Rumah Tangga oleh Bupati Rote Ndao.
Dukungan Multipihak dan Bantuan Konkret
Acara ditutup dengan pelepasan Kirab Bangga Kencana serta Kick Off Kolaborasi Multipihak dalam Penanggulangan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem. Berbagai bentuk bantuan diserahkan, antara lain:
• Bantuan nutrisi Program GENTING dari BAZNAS
• Bantuan Jamban Sehat dari IPeKB Rote Ndao
• Akses air bersih dari Bank Mandiri
• Program Sehat Bertumbuh dan pengadaan air bersih dari BAZNAS
• Dukungan program GENTING dari Bank Mandiri
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isana Bagoes Oka, serta perwakilan dari berbagai perguruan tinggi, pemerintah kabupaten, dan lembaga mitra.







Tinggalkan Balasan