Pemerintah juga meluncurkan program Makan Bergizi Gratis, mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih, dan menata kembali BUMD serta pengisian 15 jabatan pimpinan tinggi pratama demi tata kelola yang lebih baik.
Melki Laka Lena mengakui bahwa tantangan membangun NTT tidak ringan.
“Fiskal kita terbatas, infrastruktur belum merata, SDM masih harus ditingkatkan. Tapi kami tidak boleh menyerah. Kepemimpinan bukan soal jabatan, tapi soal tanggung jawab,” tegasnya.
Ia menutup sambutannya dengan mengajak semua elemen masyarakat untuk menjadikan buku ini sebagai bahan refleksi, inspirasi, dan motivasi bersama dalam menata masa depan NTT yang lebih maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.
“Ini baru 100 hari, masih kecil. Tapi dari sinilah kami mulai menapaki perubahan,” ujar Melki disambut tepuk tangan meriah para undangan.
Ketua panitia, Kepala BKD Provinsi NTT, Yosef Rasi, dalam laporannya menyampaikan bahwa peluncuran buku ini merupakan bagian dari rangkaian program Bapak Guru Tenggara Timur, yang memberi ruang bagi ASN untuk menjadi penulis konten kreatif.



Tinggalkan Balasan