Acara ini turut dihadiri pimpinan OPD dan Forkopimda, tokoh masyarakat, ASN, Perwakilan perempuan dan organisasi para penulis konten kreatif dari lingkup Pemprov NTT, serta tamu undangan dari berbagai latar belakang.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa dua buku yang diluncurkan ini bukan sekadar catatan administratif, tetapi merupakan dokumentasi naratif yang mencerminkan visi, misi, dan semangat kepemimpinan kolaboratif yang diusung selama 100 hari pertama.
“Buku ini menjadi rekam jejak dan bentuk pertanggungjawaban kami kepada masyarakat NTT. Isinya bukan sekadar laporan, tapi gambaran semangat kami dalam menyatukan langkah dan membangun kepercayaan sejak hari pertama menjabat,” ungkap Gubernur Melki.
Ia menambahkan, “Ayo Bangun NTT” bukan hanya tagline, melainkan semangat kolektif yang berangkat dari semangat gotong royong ala Bung Karno.
Gubernur Melki juga menekankan bahwa membangun NTT tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi harus melibatkan masyarakat, dunia usaha, mitra pembangunan, hingga diaspora.



Tinggalkan Balasan