Kupang, KN – Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena dan Johni Asadoma terus melakukan sejumlah perubahan.
Mereka terus bergerak dengan penuh semangat di tengah kebijakan efisiensi yang ‘mencekik’. Gubernur dan Wakil Gubernur NTT tahu, bahwa di bawah kepemimpinan mereka, ada banyak hal yang tidak bisa dikerjakan, karena dampak efisiensi anggaran.
Tapi semangat yang menggelora sebagai petarung, membuat kedua pemimpin yang dikenal dengan sandi Melki-Johni ini, terus melakukan sejumlah perubahan baik di sisi birokrasi maupun tata kelola pemerintahan. Kerja cerdas dan kerja cepat Melki-Johni dalam 100 hari memimpin Provinsi NTT, kini tertuang dalam dua buku yang mendokumentasi perjalanan 100 hari pertama pemerintahan mereka.
Peluncuran buku berjudul “Gerakan Langkah Pemimpin di Bumi Flobamorata (100 Hari Kerja Melki–Johni)” dan “Menjahit Asa Pemimpin di Bumi Flobamorata Menuju NTT Centris” digelar secara meriah di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat (30/5/2025) malam.
Acara ini turut dihadiri pimpinan OPD dan Forkopimda, tokoh masyarakat, ASN, Perwakilan perempuan dan organisasi para penulis konten kreatif dari lingkup Pemprov NTT, serta tamu undangan dari berbagai latar belakang.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa dua buku yang diluncurkan ini bukan sekadar catatan administratif, tetapi merupakan dokumentasi naratif yang mencerminkan visi, misi, dan semangat kepemimpinan kolaboratif yang diusung selama 100 hari pertama.
“Buku ini menjadi rekam jejak dan bentuk pertanggungjawaban kami kepada masyarakat NTT. Isinya bukan sekadar laporan, tapi gambaran semangat kami dalam menyatukan langkah dan membangun kepercayaan sejak hari pertama menjabat,” ungkap Gubernur Melki.
Ia menambahkan, “Ayo Bangun NTT” bukan hanya tagline, melainkan semangat kolektif yang berangkat dari semangat gotong royong ala Bung Karno.
Gubernur Melki juga menekankan bahwa membangun NTT tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi harus melibatkan masyarakat, dunia usaha, mitra pembangunan, hingga diaspora.







Tinggalkan Balasan