Penyusunan rencana induk dan peta jalan pertumbuhan ekonomi hijau dimotori oleh pokja pertumbuhan ekonomi hijau NTT, sebuah forum multi-pihak yang melibatkan pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil sebagai pemangku kepentingan. GGP diinisiasi oleh pemprov NTT, melalui Bapperida, bersama ICRAF Indonesia dalam kegiatan riset-aksi Land4Lives atau Lahan untuk Kehidupan, yang disokong oleh pemerintah Kanada.
Kegiatan konsultasi publik yang diadakan di hotel Swissbel, Kupang pada 7 Mei bermaksud mengumpulkan masukan dari publik secara luas, serta mengumpulkan ide untuk tindak lanjut dokumen ini.
Skenario Ekonomi Hijau
Strategi dan intervensi yang ditawarkan dalam GGP diproyeksikan menghasilkan skenario yang lebih baik daripada business as usual (BAU), yaitu bila pembangunan berjalan seperti biasa. Dalam skenario GGP, perekonomian tetap tumbuh sementara laju deforestasi dan emisi berkurang.
GGP diharapkan mampu menurunkan emisi gas rumah kaca dari alih guna lahan dibandingkan skenario BAU. Pada skenario GGP diproyesikan adanya penurunan emisi bersih hingga 70% dibandingkan BAU di tahun 2050. GGP juga mampu menurunkan intensitas emisi — semakin rendah intensitas emisi, semakin berkurang juga kerugian lingkungan yang timbul akibat pertumbuhan ekonomi.



Tinggalkan Balasan