“Kami bisa lihat manfaatnya langsung. Anak-anak makan bergizi, petani dan UMKM dapat penghasilan. Tapi kendala utama tetap ada pada pasokan bahan, terutama buah-buahan. Maka, perlu sinergi antar-sektor untuk mengantisipasi hal ini,” katanya.
Bupati Ngada Bentuk Satgas Khusus MBG
Bupati Ngada, Raymundus Bena, menyampaikan komitmennya untuk mendukung program ini secara total. Ia mengaku sempat pesimis dengan program MBG, namun kini melihat dampaknya yang nyata terhadap ekonomi masyarakat.
“Kami akan bentuk Satgas Khusus MBG dan dorong pembukaan lebih banyak dapur. Targetnya, hingga akhir tahun bisa ada hingga 18 dapur aktif untuk menjangkau seluruh siswa,” ujar Bupati.
Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, pengusaha lokal, dan masyarakat agar program ini bisa berjalan lancar dan tidak mengganggu kestabilan harga pangan. (js/ab)



Tinggalkan Balasan