Dijelaskan juga oleh Presiden bahwa dengan penghematan dari Kementerian/Lembaga serta BUMN dan lainnya, dana yang terhimpun sekitar  Rp 700 Triliun. “Dari dana tersebut beliau mendorong agar kita masuk kepada program hilirisasi,” katanya.

Dijelaskan Gubernur Melki Laka Lena, selain Presiden Prabowo dan Sekjen Gerindra Ahmad Musani, tampil berbicara dalam forum itu Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono.

“Pesan penting Pak SBY bahwa kita betul-betul satu hati satu visi dan juga kemudian bisa untuk menterjemahkan dalam tugas dan peran masing-masing dari setiap anggota KIM untuk kemudian bisa menyerap apa yang menjadi visi misi dan program Asta Cita Pak Prabowo. Khususnya terkait swasembada pangan, dan hilirisasi serta potensi pertanian, perikanan dan kelautan yang membuat bangsa ini bisa memiliki banyak kebanggaan yang bisa kita peroleh setelah kita bisa membuat produk yang kita punya itu bisa kita olah,” katanya.

Khusus untuk NTT, Gubernur Melki Laka Lena mengaku sangat bersyukur karena dengan program hilirisasi Pak Prabowo ini, bisa melaksanakan di NTT yaitu hilirisasi non tambang. “Kita bisa memastikan bahwa sumber daya dan potensi alam di bidang kelautan perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan dan pariwisata bisa kita olah-olah dengan baik, untuk memastikan kesejahteraan yang sebesar-besarnya bagi masyarakat NTT,” tandasnya. (llt/tim)