“Pembangunan berbasis keberlanjutan bukan lagi pilihan, tetapi suatu keharusan. Sebagai bagian dari komunitas akademik, kita memiliki tanggung jawab untuk menjadi katalisator perubahan,” tukasnya.
Kendati demikian lanjut dia, seminar ini menjadi langkah penting untuk mengeksplorasi bagaimana bambu dapat diintegrasikan dalam berbagai aspek infrastruktur hijau, mulai dari konstruksi, desain arsitektur, hingga energi terbarukan.
“Kami percaya, ilmu yang dibagikan oleh narasumber kita Bpk, Dr. Ir. Muhtar, akan memberikan wawasan baru tentang potensi bambu sebagai solusi infrastruktur masa depan. Lebih dari itu, kita berharap seminar ini dapat menginspirasi lahirnya inovasi-inovasi lokal yang tidak hanya relevan secara teknis, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan kearifan lokal kita,”pungkasnya.
Disisi lain tambah dia, dengan Visi “Komunitas akademik yang transforamtif, kolaboratif dan berkarakter” Unika Santu Paulus berkomitmen untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Seminar ini adalah bagian dari usaha kita untuk menghadirkan transformasi, yakni satu perubahan positif, tidak hanya dalam lingkup akademik, tetapi juga dalam pembangunan masyarakat yang adil dan berkelanjutan. Dengan mengedepankan bambu sebagai bahan lokal yang tersedia melimpah di wilayah kita, kita juga dapat memberdayakan komunitas lokal untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan,”





Tinggalkan Balasan