“Bambu, yang selama ini kita kenal sebagai material tradisional, kini telah berkembang menjadi simbol penting inovasi dan keberlanjutan. Sebagai salah satu material alami yang cepat tumbuh, bambu memiliki potensi luar biasa untuk menjadi solusi dalam menjawab tantangan global seperti perubahan iklim, eksploitasi sumber daya, dan pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan,” ungkapnya.

Karena itu rektor Unika ini menuturkan, seminar ini merupakan wujud nyata dari komitmen Fakultas Teknik Unika Santu Paulus untuk ikut berkontribusi dalam pencarian solusi-solusi inovatif yang berdampak ekologis positif.

“Sebagai universitas yang berada di jantung Flores, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kita,” tuturnya.

Dr. Agustinus ini bilang, filosofi ekologis yang diajarkan Gereja Katolik, terutama melalui Laudato Si’ yang digaungkan Paus Fransiskus, menjadi pedoman penting bagi kita dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada manfaat manusia semata, tetapi juga selaras dengan alam.