“Program ini menyentuh tukang ojek yang susah, petani, nelayan, peternak, penyapu jalan, pekerja gereja, dan pekerja disabilitas. Kita ambil 100.000 di seluruh daerah untuk kita biayai,” kata Melki Laka Lena.

Kegunaan program ini, kata Melki, jika pekerja meninggal saat bekerja, maka 2 orang anaknya mendapat beasiswa sampai lulus S1. “Ini kan lebih mahal dari harga rokok, lipstik dan siri pinang,” terangnya.

Ia menambahkan, satu-satunya calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang punya koneksi kuat di pusat hanya Melki-Johni. Ke depan Melki-Johni siap mengeksekusi program makan siang bergizi gratis dan rumah layak huni untuk masyarakat NTT.

“Apa kelebihan Melki-Johni dari paslon lain? Karena NTT ini kita masih butuh 70 persen lebih dana dari Jakarta. Gubernur itu wakil atau perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah. Jadi gubernur itu harus menjadi bagian dari koalisi nasional, sehingga pemerintah pusat mudah untuk bantu. Karena itu, harus pilih gubernur yang bagian dari pemerintah pusat yang ada di daerah,” katanya. (*/tim)