Setelah dikembangkan, program ini menorehkan hasil memuaskan. Terbukti, hasil produksi mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan dengan sebelum adanya program Food Estate.
“Sebelum ada program Food Estate, hasil panen padi dalam satu hektare hanya mencapai 400-500 karung. Namun setelah adanya program Food Estate, hasil panen padi mencapai 2-3 kali lipat yaitu 1.000-1.500 karung dalam satu hektare,” sebut Ketua Kelompok Tani Mula Mila, Michael Umbu Rolo dikutip dari Republika, ketika Bupati Sumba Tengah Paulus S. K. Limu bersama Wabup Daniel Landa melakukan panen padi di Desa Wailawa, Kecamatan Katikutana Selatan pada 20 April 2022 lalu.
Pemprov NTT pun mengamini kehadiran kawasan Food Estate di Sumba Tengah memiliki dampak positif terhadap kemajuan sektor pertanian termasuk dalam meningkatkan pendapatan ekonomi petani setempat.
“Kawasan Food Estate di daerah lain mungkin ada yang gagal tetapi kalau di NTT malah berkembang dengan baik. Manfaat kawasan pertanian Food Estate di Pulau Sumba itu sangat positif terhadap percepatan pembangunan sektor pertanian,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli pada 22 Februari 2023, sebagaimana dikutip dari Antara.





Tinggalkan Balasan