Dikatakannya, Gubernur memiliki sekitar 46 tugas dan wewenang sebagai perpanjangan tangan presiden dalam menjalankan pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh kabupaten. Itulah mengapa secara politik, bagian ini dieksplorasi untuk kampanye politik. Sehingga semua kandidat Gubernur boleh menyatakan kedekatan mereka dengan pemerintah pusat.

“Itu sah dalam politik elektoral dan marketing politik. Tinggal saja rakyat melihat fakta empiriknya, siapa yg memang punya kedekatan secara personal dan institusional dengan Presiden sekarang dan kabinetnya,” pinta Mikhael.

Ia menegaskan, jika dilihat dari dukungan pusat, maka tentu saja Melki-Jhoni punya posisi yang lebih kuat. Karena Melki adalah ketua Pemenangan Prabowo-Gibran di NTT, sekaligus Wakil Ketua Umum Goljar. Melki tentu punya kedekatan yg lebih dalam dengan Presiden Prabowo. Dan siapa pun paham bahwa jika seorang Gubernur berbeda kepentingan, aliran, faksi politik, atau berada di luar koalisi pemerintah pusat dan berlawanan secara diamteral dengan Partai Penguasa yg menjadi rezim kekuasaan saat ia menjadi Gubernur, maka ia akan sulit berakselerasi dari sisi dukungan anggaran, program kerja, dan fiskal.