Masyarakat Adat Tolak
Gelombang penolakan terhadap perubahan Cagar Alam Mutis menjadi Tamana Nasional pun merebak. Pertama dari Masyarakat Adat Desa Noepesu dan Fatuneno.
Karena itu, masyarakat adat Desa Noepesu dan Fatuneno di Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten TTU, menggelar ritual adat sebagai bentuk penolakan terhadap perubahan status Gunung Mutis dari cagar alam menjadi taman nasional.
Mereka menganggap Gunung Mutis sebagai rumah mereka. Karena bagi masyarakat gunung tersebut sakral dan peradapan bagi mereka sehingga tidak perlu dirubah statusnya.
Ketua Lembaga Adat Desa Noepesu, Lukas Tefa, yang juga berperan sebagai penjaga sumber air di Gunung Mutis, menegaskan harapannya agar segala bentuk pelabelan nama pada gunung tersebut dicabut kembali oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup.
Menurut dia, perubahan status ini dapat mengancam keberlangsungan ekosistem dan tradisi budaya masyarakat setempat.
Ritual adat ini berlangsung di dua lokasi, yaitu di Teto Asin Desa Noepesu dan Eno Nuat, pintu masuk Gunung Mutis, Rabu 30 Oktober 2024.



Tinggalkan Balasan