Uskup Ruteng memberikan pandangan positif terhadap proyek ini selama nilai-nilai keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat tetap diutamakan. “Kami mendukung proyek ini, asalkan PLN terus berkomitmen untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat, terutama kaum yang rentan,”ujar Uskup Ruteng. Hasil pertemuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara PLN dan Gereja dalam memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
Selain pertemuan resmi dengan Keuskupan, PLN juga rutin menghadiri komunitas-komunitas gereja di berbagai paroki di sekitar Poco Leok untuk terus memberikan informasi yang jelas mengenai progres pembangunan PLTP serta manfaatnya bagi komunitas. Pendekatan dengan gereja tidak hanya memperkuat legitimasi proyek di mata masyarakat, tetapi juga memastikan bahwa nilai-nilai sosial dan spiritual masyarakat diakui dan dihormati.
Dialog Terbuka dengan Forum Masyarakat
Untuk memperkuat keterbukaan informasi, PLN secara konsisten mengadakan forum-forum diskusi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat lokal, termasuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), **Forum Masyarakat Adat, serta Forum Pemuda Manggarai. Pada 10 Juli 2024, PLN mengadakan dialog terbuka di Aula Kantor Bupati Manggarai yang dihadiri oleh para tokoh masyarakat, perwakilan gereja, dan pemuda setempat. Forum ini menjadi wadah penting bagi PLN untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan menjawab pertanyaan seputar pembangunan PLTP Ulumbu.



Tinggalkan Balasan