Andriko meminta kepada Para Aparatur Negara baik TNI/Polri maupun ASN untuk tetap menjaga netralitas. “Saya juga mengajak seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk menyukseskan seluruh tahapan Pilkada 2024 dalam semangat persaudaraan. Pilihan politik boleh beda, tapi kita tetap satu dan bersaudara dalam satu ikatan Flobamorata. Pemungutan suara hanya berlangsung sehari, tapi persaudaraan dan kebersamaan kita akan tetap berlangsung sepanjang hayat,” pugkasnya.
Ketua KPU NTT Jemris Fointuna menyampaikan, saat ini lebih dari 200 ribu warga NTT terancam tidak bisa memilih karena tidak punya KTP elektronik. Karena itu, dia mendorong semua Cakada di NTT untuk meminta para pendukungnya membuat KTP elektroni, agar bisa memilih di Pilkada 2024. (*)





Tinggalkan Balasan