Di Provinsi Nusa Tenggara Timur sendiri, baru 48% sekolah dasar yang mempunyai layanan WASH dasar, sedangkan sisanya 52% hanya mempunyai layanan terbatas atau tidak ada layanan sama sekali.

Kepala Perwakilan UNICEF NTT dan NTB Yudhistira Yewangoe mengatakan, sanitasi sekolah merupakan pondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aman. Karena itu, sanitasi yang memadai, pelu didukung oleh Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang baik, telah terbukti dapat mengurangi ketidakhadiran siswa di sekolah hingga 50 persen.

“Oleh karena itu, sarana dan layanan sanitasi di sekolah harus memenuhi standar teknis infrastruktur, terjaga kebersihannya, memberikan privasi bagi siswa, serta didukung oleh penerapan PHBS yang konsisten. Semua ini harus diupayakan dengan baik agar anak-anak kita dapat terbebas dari masalah sanitasi yang buruk, sehingga mereka bisa fokus belajar dan mengejar cita-cita mereka,” ucap Yudhistira.

WINGS for UNICEF bersama SoKlin menyuarakan pentingnya PHBS dengan mengajak seluruh masyarakat melakukan langkah B3ST, yaitu Bersih Pakaian, Bersih Tangan, Bersih tubuh, Sehat Terlindungi.