Kupang, KN – Setelah mengunjungi Aceh, program WINGS for UNICEF “Generasi Bersih Sehat” bersama SoKlin, hadir menyapa ratusan anak dan keluarga di Kupang, Nusa Tengggara Timur.

Kurang lebih sebanyak 693 murid, 55 guru, dan ratusan orang tua serta masyarakat sekitar terlibat dalam kegiatan kampanye yang digelar di dua sekolah, yaitu SDN Oeba 3 dan SD Inpres Fatukoa.

Kehadiran kegiatan kerjasama antara WINGS Group Indonesia dan UNICEF tersebut sekaligus menjadi momen perayaan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, di mana pada tahun ini pemerintah menyertakan Indonesia Emas 2045 sebagai salah satu dari tiga transisi penting pada tema besar yang diusung, yaitu “Nusantara Baru Indonesia Maju”.

Sejalan dengan misi pemerintah mewujudkan Indonesia Emas 2045, WINGS Group Indonesia bekerja sama dengan UNICEF berkomitmen mendukung layanan air, sanitasi, dan kebersihan (WASH) inklusif untuk mewujudkan generasi Indonesia menjadi bersih dan sehat.

Tahun ini, bersama dengan SoKlin, program WINGS for UNICEF “Generasi Bersih Sehat” fokus menyoroti pentingnya akses WASH dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah. Fokus tersebut diangkat berdasarkan data Profil Sanitasi Sekolah tahun 2022 yang menyebutkan bahwa 71% satuan pendidikan atau setara dengan 27 juta anak di Indonesia berada pada layanan WASH terbatas, dan hanya 28% yang mencapai layanan WASH dasar.

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur sendiri, baru 48% sekolah dasar yang mempunyai layanan WASH dasar, sedangkan sisanya 52% hanya mempunyai layanan terbatas atau tidak ada layanan sama sekali.

Kepala Perwakilan UNICEF NTT dan NTB Yudhistira Yewangoe mengatakan, sanitasi sekolah merupakan pondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aman. Karena itu, sanitasi yang memadai, pelu didukung oleh Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang baik, telah terbukti dapat mengurangi ketidakhadiran siswa di sekolah hingga 50 persen.

“Oleh karena itu, sarana dan layanan sanitasi di sekolah harus memenuhi standar teknis infrastruktur, terjaga kebersihannya, memberikan privasi bagi siswa, serta didukung oleh penerapan PHBS yang konsisten. Semua ini harus diupayakan dengan baik agar anak-anak kita dapat terbebas dari masalah sanitasi yang buruk, sehingga mereka bisa fokus belajar dan mengejar cita-cita mereka,” ucap Yudhistira.