Ketua DPD Perbarindo NTT Robert P. Fanggidae berharap para peserta perwakilan BPR yang mengikuti pelatihan SIP-CKPN bisa mengerti tentang CKPN dan menerapkan serta bisa mengantisipasi dampak penerapan CKPN terhadap Laba Bank.
“Artinya ketika diterapkan, dampaknya kemungkinan besar laba akan menurun. Berarti manajemen harus buat apa?
Kalau mau besar harus pakai sistem informasi yang terintegrasi. Kita berharap pelatihan ini makin meningkatkan kualitas SDM BPR sehingga kita semakin percaya diri,” pungkasnya.
Praktisi perbankan Fernando A. Siahaan dari Creva Business Consulting yang hadir sebagai narasumber utama mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk memabantu BPR dalam menghitung cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN).
“Yang berbeda dalam pelatihan ini adalah kita menyiapkan aplikasi berbasis digital,” terang Fernando Siahaan.
Ia berharap dengan pelatihan tersebut, BPR-BPR yang tergabung dalam Perbarindo NTT bisa dimudahkan.
“Karena sistem sudah kita rancang sedemikian baik. Secara intuitif, siapapun nanti yang ada dibelakang sistem harusnya bisa. Karena sudah kita siapkan juga tutorial. Tinggal tantangannya di BPR adalah bagaimana mengumpulkan data untuk menghitung CKPN,” tandas Fernando. (*)



Tinggalkan Balasan