Ia berharap dengan pelatihan tersebut, BPR-BPR yang tergabung dalam Perbarindo NTT bisa dimudahkan.
“Karena sistem sudah kita rancang sedemikian baik. Secara intuitif, siapapun nanti yang ada dibelakang sistem harusnya bisa. Karena sudah kita siapkan juga tutorial. Tinggal tantangannya di BPR adalah bagaimana mengumpulkan data untuk menghitung CKPN,” tandas Fernando. (*)
Halaman







Tinggalkan Balasan